Sanubari, Gerakan Anak Muda Jambi untuk Sektor Kesehatan

Satuan Anak Berbakti untuk Negeri, Sanubari, lahir dari kalangan anak muda Jambi yang memiliki visi untuk bergerak bersama dalam bingkai komunitas. Komunitas ini memiliki tujuan mulia untuk mewujudkan terselenggaranya kesehatan holistik di Provinsi Jambi.

Kesehatan holistik adalah sebuah konsep penyelenggaraan kesehatan yang meliputi seluruh aspek yang ada di dalam diri maupun lingkungan Anda. Pengobatan secara holistik telah dikenalkan sejak 980 M-1037 M oleh para tokoh kesehatan diantaranya Ibnu Sina yang lebih dikenal dengan Avicenna.

Menurut Popy selaku Ketua Sanubari, cikal bakal berdirinya sanubari telah dimulai sejak kelulusan SMA, kala itu dia dan rekan-rekannya adalah penerima beasiswa pendidikan dari Pemprov Jambi. Saat mereka telah menginjak jenjang perkuliahan, mereka membentuk 94 Foundation, dengan harapan untuk memberikan output atau karya nyata sebagai kontribusi bagi Jambi.

sanubari
Kegiatan Sanubari [Sumber Gambar]
Namun, kesibukan saat kuliah menjadi tantangan 94 Foundation sehingga mengalami masa vakum selama mereka menyelesaikan proses perkuliahan masing-masing. Sementara itu, kala masa perkuliahan di Bandung, Popy telah mengikuti komunitas yang tak hanya berkonsep professional development namun juga community development.

Pengalaman dari mengikuti komunitas tersebut yang menggugah Popy untuk menggagas konsep komunitas yang sama, bergerak tak hanya secara professional development namun juga community development. Selain itu, ditunjang pula oleh motto bahwa manusia harus bisa bermanfaat bagi manusia lain.

Gagasan besar Sanubari dimulai dari ide-ide tersebut, dengan pondasi yang bentuknya sosial kesehatan. Visi yang bertujuan untuk mengontruksi masyarakat yang mandiri dari segala arah, khususnya sektor kesehatan. Tak hanya masyarakat, namun juga seluruh profesi kesehatan (dokter, apoteker, perawat, ahli gizi, analis keshatan dan profesi kesehatan lain) untuk mewujudkan kesehatan holistik.

sanubari
Kegiatan Sanubari [Sumber Gambar]
Konsep kesehatan holistik telah terbukti dapat menghasilkan sesuatu yang nyata, manfaat positif bagi sektor kesehatan. Konsep ini telah berkembang di luar negeri sejak 2000-an dan masuk ke Indonesia pada tahun 2014 (melalui Kementerian Kesehatan) dan belum berkembang dengan baik di Jambi. Hal ini ditangkap Popy menjadi peluang untuk membentuk community development yang bergerak di bidang kesehatan.

Komunitas yang bergerak di sektor kesehatan di Jambi masih bisa dihitung dengan jari. Disampaikan oleh Popy, yaitu Sikok (bergerak di bidang AIDS) dan Gerakan Pesantren Sehat (GPS) (mengedukasikan kesehatan ke generasi muda). Selain 2 komunitas tersebut, komunitas lainnya hanya terbatas dalam bidang akademis atau hanya dalam lingkup kampus, serta belum dikembangkan menjadi sebuah komunitas yang punya tujuan dan visi yang kontinyu.

Singkat cerita, setelah lulus kuliah, Popy berkesempatan menjadi wakil Provinsi Jambi dalam Program Pertukaran Pemuda antar Negara (PPAN) di Australia. Jangka waktu keberangkatan yang masih lama, membuat Popy menggagas bersama rekannya di 94 Foundation tadi untuk membentuk komunitas  yang bergerak di bidang kesehatan dan sosial.

Mulanya, konsep kesehatan holistik sebagai visi sanubari baru dipahami oleh beberapa anggota sanubari yang memiliki latar belakang pendidikan kesehatan. Namun hal ini tak menghalangi semangat anggota yang lain karena pada dasarnya mereka memiliki rasa kepedulian sosial untuk masyarakat Jambi, khususnya di bidang kesehatan.

Yuk lanjutkan ke halaman selanjutnya.

Related posts

Gadjah Mada Berkunjung#7, sarana Kontribusi & Berbagi

Haviz Kurniawan

Bara Api: Komunitas Peduli Pendidikan Anak Jalanan

Latoiful Manan

Bedah Kampus GMB #7, Mengenal Lebih dekat Kampus Gadjah Mada

Haviz Kurniawan

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More