Image default
Wisata

Rawa Bento: Surga Kecil dari Kerinci

Kerinci tak henti-hentinya mengundang decak kagum para wisatawan. Bermacam pesona alam yang disuguhkan selalu memikat sehingga Kerinci kerap kali disebut surga wisata Provinsi Jambi. Tak hanya itu, daerah yang memiliki semboyan Sakti Alam Kerinci ini terus menggali potensi wisata baru, salah satunya adalah Rawa Bento.

Rawa Bento terletak di Desa Jernih Raya, Kecamatan Gunung Tujuh. Mulanya, rawa ini merupakan danau yang menampung aliran sungai yang berasal dari gugusan Gunung Kerinci, Gunung Tujuh, Gunung Sangkar, dan sekitarnya. Namun akibat sedimentasi aliran sungai disekitarnya, danau ini makin lama makin dangkal dan akhirnya menjadi rawa. Seiring berjalannya waktu, rawa ini tertutup oleh rumput bento (Leesia hexandra) dan menjadi hutan rawa sehingga akhirnya dikenal dengan nama Rawa Bento.

Berada di ketinggian 1.375 m dpl dengan luas sekitar seribu hektar, Rawa Bento menjadi habitat bermacam vegetasi. Di dalamnya terdapat beragam ekosistem ikan seperti ikan semah (Tor sp.), ikan pareh (Tor tambroides), ikan saluang (Rasbora lateristriata), dan belut (Monopterus albus). Di sepanjang tepi sungai dan danaunya banyak tumbuh tanaman enceng gondok dan kayu apu. Selain itu, beberapa jenis burung juga hidup di daerah ini, seperti burung jernih, laying-layang, kuntul kerbau, kuntul kecil, beberapa jenis raja udang, beberapa jenis raptor, itik gunung, berkik, mandar padi sintar, trinil semak, trinil pantai, dan masih banyak lagi. Menarik bukan?

Sembari birdwatching, wisatawan akan dimanjakan dengan pemandangan alam bebas yang sesungguhnya tanpa ada distraksi dari dunia luar. Gunung Kerinci yang megah bertemu dengan hamparan rumput hijau yang asri. Sesekali gemericik air dari kano yang lewat bersaut-sautan dengan kicauan burung dan terkadang kerbau yang tengah merumput ikut menimpali. Tempat ini sangat tepat bagi kanti yang ingin refreshing untuk melepas beban pikiran atau hanya sekedar melepas penat.

Bagi kanti yang tertarik untuk mengunjungi Rawa Bento ini, kanti dapat berkendara ke kota Sungai Penuh. Dari Kota Sungai Penuh, kanti akan menuju ke Desa Jernih Jaya atau Desa Pauh Tinggi yang terletak di kecamatan Gunung Tujuh. Dua desa ini merupakan pintu masuk menuju Rawa Bento. Dari Kota Sungai Penuh menuju Desa Jernih Jaya dapat ditempuh dengan waktu sekitar 90 menit, sementara perjalanan menuju Desa Pauh Tinggi memakan waktu 120 menit.

Satu-satunya cara menuju Rawa Bento adalah dengan menggunakan perahu tradisional berkapasitas 10 orang atau yang biasa disebut kano. Kanti dapat menyewa kano dari warga dengan merogoh kocek sekitar 500 ribu per kano. Perjalanan menggunakan kano akan lebih mudah bila kanti masuk melalui Desa Pauh Tinggi karena bila masuk dari Desa Jernih Jaya, kanti harus mendayung kano dengan kuat karena melawan arus sungai.

Kendati demikian, perjalanan mencapai Desa Pauh Tinggi cukup sulit karena tidak dapat ditempuh dengan kendaraan umum. Apabila tidak membawa kendaraan pribadi, kanti dapat menyewa mobil dari Kota Sungai Penuh dengan biaya sewa berkisar antara Rp. 250.000,- sampai Rp. 300.000,-. Meski cukup menguras tenaga, kanti tidak akan menyesal karena lelah kanti akan terbayar dengan pemandangan Rawa Bento.

Referensi featured image

Related posts

Keindahan Taman di Kota Jambi: Dari Jomblo-Pemakaman

Haviz Kurniawan

Wisata Religi di Masjid 1000 Tiang, Masjid Agung Al Falah Jambi

Reiki Nauli

5 Lokasi Wisata Instagramable di Jambi, sekaligus Panjat Sosial

Reiki Nauli

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More