Image default
Wisata

Pulau Penyu, Destinasi Wisata Bahari Provinsi Jambi

Selama ini Provinsi Jambi dikenal  dengan wisata daratnya. Namun siapa sangka, Provinsi Jambi ternyata memiliki wisata bahari yang tidak kalah dengan daerah lain lho, salah satunya adalah Pulau Penyu. Pulau Penyu merupakan salah satu dari 20 pulau kecil yang berada di Provinsi Jambi. Pulau ini masuk kedalam wilayah Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi.

Sebelumnya, Provinsi Jambi sempat memiliki wisata bahari yang cukup terkenal, yakni Pulau Berhala. Namun karena tidak adanya batas wilayah yang jelas, pulau ini memicu sengketa antara Provinsi Jambi dengan Provinsi Kepulauan Riau.   Setelah perseteruan panjang yang cukup alot, Provinsi Jambi harus merelakan Pulau Berhala jatuh ke pelukan Provinsi Kepulauan Riau.

Kini destinasi wisata bahari Provinsi Jambi beralih ke Pulau Penyu. Tak ingin mengulang sejarah pahit, Pemerintah Provinsi Jambi dan Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur memasukkan destinasi Pulau Penyu kedalam peta wisatanya. Promosi juga kian gencar dilakukan Pemerintah Provinsi Jambi melalui sosial media. Tujuannya agar Pulau Penyu menjadi destinasi wisata bahari andalan di Provinsi Jambi.

Selain memiliki estetika yang indah, pulau ini juga kerap dikunjungi oleh Penyu. Ketika musim bertelur, setidaknya ada 5 hingga 6 penyu yang singgah. Jika beruntung, wisatawan dapat melihat proses bertelurnya Penyu di pulau ini. Karena aktivitas langka itu, pulau ini dinamakan sebagai Pulau Penyu atau sering juga disebut Pulau Telur.

Untuk bisa mencapai Pulau Penyu, wisatawan harus menempuh perjalanan darat menuju Pelabuhan Nipah Panjang. Dari Kota Jambi menuju Pelabuhan Nipah Panjang diperlukan waktu sekitar 3 hingga 4 jam lamanya. Perjalanan dilanjutkan menggunakan kapal motor atau speedboat selama sekitar 40 menit menuju Pulau Berhala. Kemudian dari Pulau Berhala menuju pulau penyu dapat ditempuh sekitar 10 menit menggunakan pompong sewaan milik penduduk.

Perlu diketahui bahwa pulau penyu merupakan pulau tak berpenghuni. Pulau ini hanya disinggahi oleh penduduk untuk mencari kayu bakar. Karenanya pulau ini tidak memiliki fasilitas apapun. Kendati demikian, wisatawan dapat merasakan sensasi berjelajah di pulau pribadi. Selain itu, wisatawan juga akan dimanjakan  oleh hambatan pasir putih bersih, air laut yang jernih dihiasi bebatuan besar, hingga laguna alami.

Bagi kamu yang ingin berkunjung kesini, sangat disarankan untuk datang pada saat musim kemarau. Hal ini dikarenakan pada musim hujan gelombangnya sangat tinggi sehingga menyebabkan kapal tidak berani beroperasi.

Tulisan ini diedit oleh : Nur | Referensi featured image

Related posts

Wisata Air Panas Gao Semurup Kabupaten Kerinci

Arya Adhitya

Wisata Religi di Masjid 1000 Tiang, Masjid Agung Al Falah Jambi

Reiki Nauli

Menikmati Sunset di Tanggo Rajo Ancol Jambi

Arya Adhitya

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More