Pekerja Seni dari Bumi Jambi, Public Figure hingga Pelayan Masyarakat

Pekerja Seni

Dunia hiburan tanah air telah diwarnai oleh berbagai model kreatif seni dari berbagai pekerja seni atau lebih dikenal artis. Artis sebagai public figure memiliki peran yang penting di dunia hiburan, selain sebagai pekerja seni, artis juga memiliki kewajiban moral untuk memberikan teladan yang baik di luar pekerjaannya (kehidupan sehari-hari) mengingat penggemar setia seorang artis tidak sungkan untuk mengikuti kebiasaan dan tingkah laku para artis.

Kemajuan teknologi pada zaman sekarang semakin menegaskan hal tersebut. Artis tidak hanya dituntut untuk memberikan karya terbaik, dalam waktu bersamaan beban moral yang ditanggung para artis semakin besar dikarenakan para pengemarnya bisa bersumber dari anak-anak kecil dan  tentunya remaja yang telah mampu mengakses internet.

Artis secara tidak lansung memiliki kontribusi yang besar untuk menyuguhkan kebermanfaatan bagi daerah asalnya. Baik dalam hal keteladanan yang ditiru masyarakat, kebangaan dan kecintaan masyarakat hingga dipilih oleh masyarakat sebagai pelayan mereka di dunia pemerintahan.

Tidak berbeda dengan provinsi lainnya, Provinsi Jambi sebagai asal daerah dari beberapa artis (pekerja seni) terkenal dapat menjadi teladan bagi generasi penerus bangsa khususnya pemuda-pemudi Jambi, terutama  yang memiliki minat dan ingin berkarya di dunia seni.

Berikut ulasan mengenai beberapa pekerja seni dari bumi Jambi yang karyanya telah diakui oleh dunia hiburan tanah air:

1. Ahmad Nungcik Alcaff

Pekerja Seni dari Bumi Jambi
A. N. Alcaff [Sumber Gambar]
Alcaff adalah sutradara berkelas Nasional pada masanya, sutradara yang memiliki peran penting di dunia perfilman tanah air. Sutradara dari Jambi ini lahir di Jambi pada 17 Agustus 1925 disaat Indonesia belum merdeka. Karir Alcaff diawali dari seni peran dengan penghargaan sebagai pemain pria terbaik di FFI pertama tahun 1955.

Pada tahun 1972, Alcaff memulai profesinya sebagai sutradara film.  Alcaff memperoleh penghargaan pada FFI tersebut kala memerankan film yang berjudul Lewat Djam Malam yang diproduksi tahun 1954.

2. Ermina Zaenah

Pekerja Seni dari Bumi Jambi
Ermina Zaenah [Sumber Gambar]
Wanita cantik asal Jambi ini adalah pemeran film wanita yang terkenal pada tahun 1950-an. Perannya di dunia perfilman dimulai dari film berjudul “Pelarian dari Pagar Besi” (1951) dan film berjudul “Ibu Mertua” (1950). Selain memainkan lakon dalam dunia perfilman, Ermina juga terlibat dalam dunia produser film.

Salah satu filmnya yang terkenal adalah film “Supir Istimewa” (1954), diperanka oleh Ermina yang beradu akting dengan Abdul Hadi dan diproduseri oleh Djamaluddin Malik (Bapak Industri Film Indonesia dan penggagas Festival Film Indonesia).

3. Christine Hakim

Pekerja Seni dari Bumi Jambi
Christine Hakim dalam Film Tjoet Nja’ Dhien [Sumber Gambar]
Christine Hakim lahir di Kuala Tungkal pada tanggal 25 Desember 1956, campuran dari Minangkabau dan Aceh. Dibesarkan di daerah Kuala Tungkal, Christine yang bercita-cita menjadi arsitek atau psikolog melanjutkan pendidikan ke Kota Yogyakarta.

Hingga pada akhirnya, dia dilirik oleh Teguh Karya (seorang Sutradar Profesional) untuk memainkan peran dalam film “Cinta Pertama” (1973), film yang mengantarkannya meraih Piala Citra untuk Pemeran Utama Wanita Terbaik. Selain film tersebut, beberapa film terkenal yang dibintangi Christine adalah “Badai Pasti Berlalu” (1977) dan film salah satu pahlawan Nasional Wanita Indonesia yaitu  “Tjoet Nja’ Dhien” tahun 1988.

Pada tahun 2010, Christine berkesempatan untuk memainkan peran minor dalam film Hollywood “Eat Pray Love”. Hingga tahun 2018, Christine telah mengumpulkan banyak penghargaan diantaranya delapan piala citra dan menerima penghargaan seumur hidup dari Festival Film Indonesia, Indonesian Movie Actors Awards dan Festival Film Internasional Cinemanila.

Christine adalah salah satu anggota juri pada ajang Festival Film Cannes di tahun 2002. Saat ini selain menekuni dunia profesional sebagai produser dan sutradara film, Christine juga aktif di berbagai kegiatan sosial. Sederet penghargaan hingga menjadi duta UNICEF, UNESCO ataupun juri pada berbagai ajang perlombaan seni lingkup Nasional atau Internasional. Majalah Time edisi Asia terbitan 28 April 2003 mendaulat Chris sebagai salah satu “Asian Heroes.”

Yuk simak halaman berikutnya!

Related posts

5 Jawaban Kenapa Plat Nomor Kendaraan di Jambi “BH”

Reiki Nauli

5 Mitos yang Berkembang di Masyarakat Jambi

Latoiful Manan

3 Tempat Nongkrong Hitz, Murah dan Asik di Kota Jambi

Reiki Nauli

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More