Pasar Angso Duo, Pasar Rakyat sekaligus Saksi Sejarah Jambi

Pasar Angso duo yang berlokasi di pinggir Sungai Batanghari Jambi bukanlah sekedar pasar biasa. Pasar tersebut adalah saksi bisu perjalanan sejarah Jambi. Sebagai lokasi tempat bertemunya penjual dan pembeli, interaksi distribusi, pembelian, penjualan hingga tawar menawar barang dagangan terjadi di dalamnya.

Pasar juga merupakan tempat perbincangan gagasan atau topik terbaru di suatu daerah. Hal inilah yang menjadikan pasar masih mampu bertahan hingga zaman modern. Mayoritas masyarakat tetap memilih pasar tradisional untuk memenuhi kebutuhan mereka, terutama jika berkaitan dengan kebutuhan hajat ataupun persiapan lebaran dan acara sakral lainnya.

Pasar Angso Duo sebagai Pasar Induk memiliki sejarah yang panjang dan beririsan dengan peristiwa-peristiwa sejarah Jambi. Dimulai dari masa kerajaan Jambi, zaman penjajahan Belanda, penjajahan Jepang hingga periode awal Provinsi Jambi berdiri sampai saat ini.

Embrio pasar Angso Duo dimulai dari kisah Pangeran Depati Anom yang naik tahta di kerajaan Jambi bergelar Sultan Agung Abdul Jalil (1643-1665M). Beliau pernah memberikan surat izin (tertanggal 24 Juni 1657) untuk mendirikan pasar tempat aktivitas jual beli di Muaro Sungai Asam kepada seseorang turunan Belanda bernama Beschseven.

Lokasi yang diizinkan itu kemudian berpindah dari Muaro Sungai Asam ke sekitar Muaro Sungai di bawah area WTC Batanghari. Sebuah tulisan sejarah juga menyebutkan bahwa berdiri sebuah pasar rakyat kecil yang terletak di Dermaga Bom Batu Muara Jambi (sekarang tempat ini menjadi mall WTC Batanghari Jambi) sejak abad 18 M. Pasar ini dinamai Pasar Tanah Pilih, pasar yang kemudian menjadi cikal bakal adanya Pasar Angso Duo.

 

Pasar Angso Duo Jambi
Schets van de hoofdplaats Djambi (Peta Kota Jambi th 1886) [Sumber Gambar]
Seiring berjalannya waktu, pasar Tanah Pilih hancur pada zaman penjajahan Jepang. Lokasi pasar kemudian dipindahkan ke suatu tempat bernama “Gang Siku”.Lokasi gang siku saat ini kira-kira berada di sekitar Mesjid Raya Magat Sari. Kondisi pasar yang sempit membuat siku diantara pengunjung saling bersentuhan, hal inilah yang mendasari namanya menjadi gang siku.

Aktivitas di lokasi pasar menggunakan susunan  deretan meja-meja yang terbuat dari batu. Barang-barang dagangan yang dipasarkan diletakkan di atas batu-batu tersebut, sehingga lama kelamaan masyarakat Jambi juga menyebut pasar tersebut menjadi Pasar Meja Batu. Seiring perkembangannya, Pasar Meja Batu menjadi pusat perdagangan masyarakat Jambi saat itu.

Pada tahun 1970, terjadi sedimentasi yang besar di sungai Batanghari, khususnya di area bangunan WTC Batanghari hingga Pasar Angso Duo saat ini. Sehingga pemerintah memutuskan untuk melakukan pengerukan. Tanah hasil pengerukan ditimbun sekitar sungai Batanghari hingga membentuk sebuah daratan baru.

Daratan baru inilah yang menjadi lokasi pemindahan pusat Pasar Rakyat, dari Pasar Meja Batu. Setelah dipindahkan, pasar rakyat Meja Batu dirubah namanya menjadi Pasar Angso Duo (pada tahun 1974) yang letaknya tepat di tepi sungai Batanghari Jambi. Salah satu pertimbangan dipilihnya Angso Duo sebagai nama Pasar tradisional terbesar di Kota Jambi dikarenakan  Angso Duo sendiri adalah hewan ikonik dari bumi Jambi.

Pasar Angso Duo Jambi
Ilustrasi Pasar Modern Angso Duo [Sumber Gambar]
Pasar yang telah menjadi saksi pergantian era kerajaan Jambi, perjuangan di masa penjajahan hingga kemerdekaan sampai pemerintahan modern sekarang. Kedepan, direncanakan adanya pemindahan pasar Angso Duo ke lokasi baru, yang tidak jauh dari lokasi saat ini.

Pemindahan sekaligus revitalisasi pasar Angso Duo menjadi pasar modern, proses pembangunan dan pemindahan pedagang masih dilakukan hingga saat ini. Harapannya, pada lokasi pasar yang baru, pasar Angso Duo tetap menjadi salah satu nyawa bumi Jambi, sampai saat anak cucu di masa depan bisa pula menikmatinya.

Tulisan ini diedit oleh : Reiki Nauli Harahap | Referensi featured image

 

Related posts

Aksara Incung, Aksara Kuno Kebudayaan Sastra Kerinci

Latoiful Manan

Menara Air Kota Jambi, Saksi Sejarah di Kota Jambi

Haviz Kurniawan

Chan-pi hingga Jambi, asal Muasal Kota Jambi

Haviz Kurniawan

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More