Pakaian Adat Pria dari Jambi

Keunikan pakaian adat di Jambi tidak lepas dari pengaruh kerajaan yang pernah berdiri di Pulau Sumatera. Selain itu pengaruh juga datang dari kebudayaan masyarakat asing seperti Arab, Cina dan India. Pernikahan antara masyarakat pendatang dan penduduk lokal tersebut menyebabkan akulturasi budaya. Pakaian adat adalah salah satu produk budaya. Bahan dasar pakaian adat pria terbuat dari beludru dan warna dominan adalah warna merah.

Pakaian adat pria dari Jambi identik dengan kemewahan dibuktikan dengan aksesoris-aksesoris berwarna kuning emas. Konon, warna emas tersebut melambangkan kekayaan dan kesuburan tanah Jambi. Desain baju adata mirip dengan jubah. Akan tetapi bagian pergelangan tangan sengaja dibuat tanggung untuk memudahkan pria beraktifitas, cekatan dan tangkas saat bekerja.

Sama halnya dengan pakaian adat pria dari berbagai daerah lainnya di Pulau Sumatera. Pria menggunakan lacak di kepalanya. Lacak merupakan aksesoris penutup kepala yang terbut dari bahan beludru merah dan berbentuk runcung di salah satu sisinya. Lacak tersebut dihiasi dengan jahitan benang emas bermotif flora dan fauna.

Celana pria juga dibuat dari bahan bludru dengan warna dominan warna merah. Kain songket dililitkan sebagai outer celana pria. Untuk memperkuat dan memperindah penampilan, pakaian adat pria ditambahkan dengan sabuk kuningan yang berfungsi juga untuk menopang kain songket di pinggang pria dan sebagai dudukan kris. Kris tersebut diselipkan menyerong ke kanan. Hal tersebut melambangkangkan keagungan dan sikap berjaga-jaga.

Tidak hanya lacak dan kain songket yang menjadi hiasan pakaian adat pria. Gelang logam dengan lukisan naga disematkan di tangan pria. Luksian naga memiliki makna bahwa pria tersesebut talah dewasa, bertanggung jawab, memiliki kukuasaan dan kewenangan. Selop adalah alas kaki yang digunakan oleh pria berbentuk setengah sepatu.

Untuk melengkapi kesan mewah pria yang menggunakan pakaian adat akan dilengakapi dengan penutup dada berbentuk seperti bunga teratai. Selain aksosoris-aksesoris tersebut, pakaian adat pria dihiasi dengan selandang tipis rumbai-rumbai berwarna kuning emas dibagian ujung. Cara penggunaanya mirip dengan pria-pria dari suku betawi saat melingkarkan sarung di dada.

Tulisan ini diedit oleh : Haviz Kurniawan| Referensi featured image

Related posts

Jambi di bawah Tampuk Kolonialisme (Masa Penjajahan)

Nur Mazhariya

Kenapa Angsa Menjadi Ikon Hewan Jambi? Ini Dia Jawabannya!

Arya Adhitya

Menara Air Kota Jambi, Saksi Sejarah di Kota Jambi

Haviz Kurniawan

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More