Muhammad Teguh, Vlogger Kreatif Asli Jambi

Indonesia menduduki posisi ke sembilan sebagai negara The Most Internet UsersKemajuan dan kemudahan akeses internet tersebut dirasakan oleh lebih dari enam puluh enam juta penduduk Indonesia. Menjamurnya Video Blogging (vloging) merupakan salah satu dampak positif dari perkembangan internet di Indonesia.

Vloging adalah salah satu cara bagi seseorang untuk mengekspresikan diri dan menyalurkan hobi. Bermodalkan smartphone kita bisa menjelajah dunia baru yaitu dunia maya (cyberspace). 

Muhammad Teguh adalah salah satu anak muda berbakat yang memanfaatkan internet dengan cara positif.  Setelah menamatkan sekolah di SMAN Titian Teras Jambi, Teguh melanjutkan pendidikannya di Universitas Andalas dengan mengambil jurusan International Accounting dan lulus pada tahun 2014 kemudian bekerja sebagai banker pada tahun yang sama. Disela-sela kesibukannya sebagai seorang assistant manager di PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk, Teguh konsisten mengupload video-video yang super kreatif dan kece abis.

Saya sebagai seorang peminat videography memberikan standing applause untuk hasil video Teguh. Sosok Teguh menjadi bukti bahwa anak muda Jambi tidak boleh dipandang sebelah mata. Tulisan ini akan membahas alasan mengapa karya visual Teguh, saya katakan super kreatif, kece abis dan patut untuk diapresiasi. Check it out. 

Terdapat tiga aspek dasar videography yaitu video, sounds dan story. Supaya lebih detail saya akan mengembangkannya menjadi enam hal yaitu video, transition, color grading, music, sounds effect dan story.

1. Video

Terdapat tiga teknik dasar pengambilan gambar sehingga video yang dihasilkan lebih dinamis dan tidak membosankan. Teknik tersebut diantaranya eye level, low angel dan high angel. Seorang videographer diharapkan dapat menggabungkan teknik-teknik tersebut sehingga penonton tidak cepat jenuh dan bosan.

muhammad teguh
Teknik Pengambilan Gambar Video [Sumber Gambar]

2. Transition

Kebanyakan videographer akan menggabungkan berbagai footage menjadi sebuah video utuh. Hal tersebut dilakukan karena keterbatasan kamera untuk merekam dalam jangka waktu yang lama. Sebagai seorang travel videographer, Teguh akan menggabungkan berbagai video pendek dari berbagai tempat berbeda untuk kemudian dibangun sebagai sebuah cerita yang flawless. 

Seiring perkembangan teknologi dan kemampuan hardware komputer untuk meng-edit video, berbagai jenis transisi dapat dilakukan sesuai dengan kreatifitas videographer. Salah satu video Teguh yang berjudul TVisuak 5: Danau Toba, Medan, Solok (Mudik). Pada detik ke 0.30-0.40 teguh menerapkan salah satu transisi yang sangat kreatif dan sering digunakan oleh beberapa film dan video.

Transisi itu juga dikenal dengan wipe and reveal transition. Teguh menggabungkan video 1 dan video lain dengan bantuan dinding atau tembok ditengah-tengah yang memenuhi frame. Ada banyak sekali transisi yang digunakan oleh teguh seperti zoom in, zoom out dan ink transtition. 

muhammad teguh
Contoh Transisi [ Sumber Gambar ]

3. Color Grading

Berbicara tentang warna dalam sebuah video, pada dasarnya terdapat dua hal yang dapat dilakukan yaitu color correction dan color grading. Color correction adalah teknik untuk membetulkan warna dalam sebuah video seperti mengurangi brightness dan meningkatkan shadow. Sedangkan Color grading adalah teknik pewarnaan pada video untuk mempertegas pesan atau mood yang ingin disampaikan oleh videographer misalnya penggunaan warna orange saat sunrise ataupun sunset. 

Video-video yang diunggah oleh Teguh terlihat kental penggunaan warna teal and orange. Sebuah teknik color grading yang dipopulerkan oleh Sam Kolder.

muhammad teguh
Warna orange identik dengan sunset [Sumber Gambar]
Yuk simak halaman berikutnya

Related posts

Rifdatul Khoiro, Memperkenalkan Jambi Lewat Fashion

Reiki Nauli

Adi Putra, Sosok di Balik Sekolah Bank Sampah

Arya Adhitya

Claudia Kam, Perempuan Jambi Berprestasi Multitalenta

Reiki Nauli

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More