Mitos Cindaku Si Manusia Setengah Harimau dari Kerinci

Mitos adalah sesuatu yang tidak bisa dipisahkan dari Indonesia. Sebagian daerah masih memiliki kepercayaan terhadap mitos yang berhubungan dengan alam gaib dan makhluk gaib. Mulai dari siluman yang dikenal sebagai orang bunian dalam tradisi masyarakat Sumatera, Kanjeng Ratu Kidul di Jawa, hingga Banaspati yang seluruh tubuhnya dapat menyala karena api.

Siluman dalam berbagai cerita rakyat adalah makhluk halus yang tinggal dalam komunitas dan menempati suatu tempat. Mereka melakukan aktivitas kehidupan sehari-hari layaknya manusia biasa. Mereka juga mengenal peradaban. Siluman dapat berasal dari manusia biasa yang kemudian meninggalkan alam kasar atau setelah orang meninggal ruhnya masuk dalam masyarakat itu, atau memang sudah merupakan makhluk halus sejak awalnya.

Nah, di Jambi sendiri terdapat mitos siluman yang sangat terkenal, yaitu Manusia Setengah Harimau atau yang biasanya disebut dengan Cindaku. Lalu, seperti apa mitos Manusia Siluman Harimau bernama Cindaku ini? Cindaku adalah sebutan atau nama dari makhluk setengah manusia setengah harimau yang hidup di lereng Gunung Kerinci. Menurut cerita, makhluk ini telah ada sejak ratusan tahun yang lalu.

Ilustrasi Cindaku Si Manusia Setengah Harimau
Ilustrasi Cindaku Si Manusia Setengah Harimau [Sumber Gambar]
Awalnya, Cindaku ini ditugaskan untuk menjaga hubungan antara manusia dan harimau serta mencegah terjadinya konflik dari keduanya. Manusia yang mempelajari atau memiliki ilmu yang diturunkan dari nenek moyangnya dapat berubah menjadi Cindaku. Kemampuan ini juga memiliki batasan seperti Cindaku tidak akan bisa berubah atau memiliki kesaktian di luar tanah Kerinci.

Cindaku juga harus memegang teguh dan melindungi perjanjian antara manusia dan harimau. Manusia tidak boleh masuk ke area harimau apalagi memburunya. Sedangkan, harimau juga tidak boleh masuk ke dalam area manusia. Namun, perjanjian ini dilanggar karena ada beberapa manusia yang melakukan perburuan liar. Harimau juga tidak segan menyerang manusia karena habitatnya telah diganggu.

Saya sendiri  cukup lama tinggal di Kerinci, tepatnya di Desa Lempur selama tiga tahun. Daripada Cindaku, orang-orang di daerah tempat saya tinggal lebih suka menggunakan kata Manusia Siluman Harimau. Mitos yang beredar, biasanya jika ada seorang laki-laki yang berkunjung ke salah satu rumah warga saat larut malam. Tetapi tangannya diletakkan di belakang punggung, artinya dia adalah Manusia Siluman Harimau. Kenapa? Karena tangannya berusaha menutupi ekor harimau yang muncul di bagian belakang.

Jika kanti-kanti sadar bahwa dia adalah manusia siluman harimau, biasanya dia akan langsung pergi dengan melompat secepat mungkin seperti harimau. Tapi mitos tetaplah mitos, kanti-kanti boleh percaya atau tidak.

Tulisan ini diedit oleh: Reiki Nauli Harahap | Referensi featured image

Related posts

3 Rekomendasi Perguruan Tinggi Tempat Kuliah di Jambi

Reiki Nauli

5 Mitos yang Berkembang di Masyarakat Jambi

Latoiful Manan

Pekerja Seni dari Bumi Jambi, Public Figure hingga Pelayan Masyarakat

Haviz Kurniawan

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More