Lemang Kantong Semar, Cita Rasa si Karnivora

Jika biasanya kantong semar hanya dinikmati saja keindahannya, namun tidak begitu di Desa Lempur, Kerinci. Di sini, warga setempat menyulap tanaman jenis anggrek ini menjadi salah satu hidangan lokal yang disebut dengan Lemang Kantong Semar atau yang oleh penduduk setempat lebih dikenal dengan Lemang Kancung Beruk (Lemang Kantong Monyet). Lemang kantong semar merupakan makanan berupa beras ketan yang dikukus di dalam tanaman kantong semar.

Panganan unik ini biasanya disantap sebagai pengganti nasi dan disajikan bersama gulai atau kuah kacang bagi penggemar cita rasa asin. Sementara itu, bagi penyuka manis biasanya mengganti gulai dan kuah kacang dengan saus srikaya. Karena keunikan dan kelezatannya, lemang ini terpilih sebagai makanan tradisional terpopuler dalam penghargaan Anugerah Pesona Indonesia II 2017.

Kendati telah menorehkan prestasi di tingkat nasional, belum banyak orang yang mengetahui ataupun menjajal lemang kantong semar. Pasalnya, makanan dengan bungkus tanaman karnivora ini hanya disajikan pada saat saat tertentu saja, seperti pada saat ramadhan atau kenduri adat seko. Jadi, kalau kanti ingin mencobanya, sebaiknya kanti berkunjung ke Kerinci pada saat ramadhan atau pada bulan Agustus-September.

Bila kanti belum berkesempatan untuk mengunjungi Kerinci, kanti dapat mencoba membuat panganan ini sendiri di rumah. Kanti cukup menyiapkan kantong semar segar, beras ketan, santan, dan garam. Namun tidak sembarang kantong semar bisa dijadikan bungkus lemang, biasanya masyarakat Kerinci menggunakan kantong semar jenis Nephentes Ampullaria. Kantong Semar spesies ini berbentuk termos dan merupakan spesies yang paling khas dari genus Nepenthes. Kantong Semar Nephentes Ampullaria biasa ditemukan di Borneo, Sumatera, Thailand, Semenanjung Malaysia, Singapura, hingga New Guinea. Untuk di Kerinci sendiri, tanaman pemakan hewan hewan dan serangga ini dapat dengan mudah ditemukan di sekitar Danau Lingkat. 

Setelah semua bahan siap, hal pertama yang harus kanti lakukan adalah membersihkan kantung semar tanpa menghilangkan tangkainya. Setelah itu, masukan beras ketan yang telah dicampur dengan santan dan garam lalu kukus hingga matang. Cukup mudah bukan? Selamat mencoba kanti, mari lestarikan makanan lokal agar dapat go internasional. 

Referensi featured image

Related posts

Bakso dan Es Buah yang Tiada Duanya di Solo Berseri

Arya Adhitya

Teh Kayu Aro, Primadona di Kalangan Bangsawan Eropa

masfiiq

Liberika Tungkal: Kopi Hitam Nikmat dari Tanjung Jabung

Latoiful Manan

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More