Image default
Sejarah

Gubernur Provinsi Jambi dari Awal Pembentukannya Hingga Sekarang

Pada masa lalu setelah berakhirnya Kesultanan Jambi yang dipimpin oleh Sultan Thaha Syaifuddin, pemerintahan Jambi diambil alih oleh Belanda. Pada masa kepemimpinan Belanda ini pemerintahan Jambi berubah menjadi Keresidenan (dipimpin oleh Residentie Djambi) dan masuk ke dalam wilayah Nederlandsch Indie.

Sistem Keresidenan ini bertahan hingga masa awal kemerdekaan Indonesia. Pada masa awal kemerdekaan Indonesia, Keresidenan Jambi masuk ke dalam Provinsi Sumatera Bagian Tengah bersama Keresidenen Sumatera Barat dan Riau.

Kemudian barulah pada tanggal 9 Agustus 1957 Presiden Ir. Soekarno menandatangani UU Darurat No.19 tentang Pembentukan Provinsi Jambi, Sumatera Barat dan Riau. Mulai pada saat itulah Keresidenan Jambi berubah menjadi Provinsi Jambi.

Perubahan Keresidenan Jambi menjadi Provinsi Jambi tidak semerta-merta merubah pemimpin tertingginya. Pada tahun 1957 Jambi masih dipimpin oleh Residentie Djambi dan baru pada tahun 1958 berubah menjadi Gubernur Jambi.

Residentie Djambi yang pernah memimpin Jambi yaitu Segaf Yahya (1945-1945); R. Inu Kertapati (1945-1950); Bachsan (1950-1953); Hoesin Puang Limbaro (1953-1954); R. Sudono (1954-1955); Djamin Datuk Bagindo (1955-1957).

Karena tidak banyak sumber yang mengulas mengenai profil dari para Residentie Djambi, maka dari itu kami hanya menyajikan daftar namanya saja, dan para Gubernur Jambi yang pernah memimpin akan sedikit kami ulas.

Berikut para Gubernur Jambi dari masa awal kemerdekaan hingga sekarang.

M. Joesoef Singedekane (1957-1967)

gubernur-provinsi-jambi-dari-awal-pembentukannya-hingga-sekarang-dk_1
M. Joesoef Singedekane [Sumber Gambar]

Joesoef Singedekane diangkat menjadi Gubernur Provinsi Jambi berdasarkan Sidang Pleno DPRDP. Pada masa beliaulah Provinsi Jambi mulai merintis dan meletakkan dasar pembangunan. Tidak banyak sumber yang mengulas tentang beliau karena sulitnya penggalian jejak sejarah. Yang kami ketahui bahwa nama beliau diabadikan sebagai nama jalan di kawasan Kota Jambi.

Setelah masa jabatan M. Joesoef Singedekane habis, jabatan gubernur diteruskan kepada Abdul Manap (1967-1968) yang bertugas sebagai Penjabat Gubernur.

gubernur-provinsi-jambi-dari-awal-pembentukannya-hingga-sekarang-dk_2
Abdul Manap [Sumber Gambar]

Abdul Manap adalah putra terbaik Kabupaten Sarolangun (Batang Asai). Ia adalah putra Sarolangun pertama yang menjabat sebagai Gubernur Jambi. Beliau menjabat karena harus menggantikan gubernur sebelumnya. Namun kami belum mengetahui kenapa jabatan Gubernur Jambi diserahkan kepada Abul Manap.

Keluarga Abdul Manap sendiri cukup dikenal oleh masyarakat Jambi pasalnya banyak dari anggota keluarganya yang mengikuti jejak Abdul Manap di dunia politik. Sebut saja H. Arifin Manap yang pernah menjabat sebagai Walikota Jambi dan H. Zorman Manap yang pernah menjabat sebagai ketua DPRD Jambi.

Namanya sendiri dijadikan nama sebuah Rumah Sakit Umum Daerah di Kota Jambi yaitu RSUD H. Abdul Manap. Letak rumah sakit ini berada di kawasan Mayang, Kota Jambi.

Related posts

Tari Sekapur Sirih, Warisan Budaya Leluhur Jambi

masfiiq

Tugu Pers sebagai Bangunan Simbolik untuk Hari Pers Nasional

Arya Adhitya

Pakaian Adat Wanita dari Jambi

Reiki Nauli

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More