Gubernur Buldoser bagi Infrastruktur Negeri Jambi, Masjchun Sofwan

Sosok Gubernur Jambi yang ke-4 (berdasar urutan Gubernur) dan ke-7 (berdasar urutan Penjabat Gubernur) ini lahir di Blitar, 27 september 1973 adalah salah satu figur yang dikenang masyarakat Jambi. Dikenang karena kepemimpinannya yang penuh inovasi khususnya dalam menggiatkan pembangunan infrastruktur di Provinsi Jambi. Atas karyanya tersebut, Pak Masjchun dipercaya memimpin Negeri jambi selama 2 periode yaitu pada tahun 1979-1989.

Berkat jasanya, Provinsi Jambi kala itu memiliki ragam aktivitas pembangunan infrastruktur sehingga menjawab permasalahan utama, yaitu minimnya infrastruktur khususnya akses jalan maupun jembatan. Akses jalan yang dikerjakan oleh Pak Masjchun juga tidak sembarangan, karena akses jalan yang dikerjakan adalah akses yang menghubungkan jalan pedesaan ke kabupaten hingga ke perkotaan.

Pelosok-pelosok daerah Jambi, juga tak luput dari perhatian pembangunan infratsruktur. Khususnya jalan dan jembatan agar dapat saling terhubung 1 sama lain. Hal ini tentunya menunjang serta meningkatkan perekonomian masyarakat dengan terhubungnya jalur-jalur distribusi pangan, sandang maupun papan.

Selain itu, Pak Masjchun juga dikenal unik dengan karakteristiknya yang keren bagi generasi kala itu. Pak Masjchun digelari dengan sebutan Gubernur ‘buldoser’. Hal ini disebabkan karena kemana-mana beliau sering terlihat menaiki ‘buldoser’, Toyota Landrover sasis panjang pabrikan 1975.

Kendaraan unik Pak Masjchun ini cukup bandel dan anti slip untuk menjelajah seluruh wilayah Jambi yang sebagian besar kala itu masih berupa hutan. Sehingga selain kinerjanya yang “membuldoser” minimnya infrastruktur Provinsi Jambi, mempengaruhi pemilihan jenis kendaraan yang beliau gunakan.

Pak Masjchun menempuh pendidikan di kota pendidikan, Yogyakarta tepatnya di kampus biru, Universitas Gadjah Mada. Ternyata, sebelum memimpin Provinsi Jambi, Pak Masjchun juga mendapat kepercayaan menjadi Bupati Temanggung periode 1964-1978. Sama halnya dengan ketika menjabat sebagai Gubernur Jambi, kala menjadi Bupati Temanggung, Pak Masjchun juga dicintai rakyat berkat prestasi dan karya-karyanya di Temanggung.

Hingga saat ini, nama Pak Masjchun abadi di hati masayarakat Jambi yang menikmati masa-masa kepemimpinannya (saat ini berusia di kisaran 50-60 tahun). Karyanya penuh prestasi terutama dalam mendobrak pembangunan infrastruktur di Provinsi Jambi dan mempertahankan predikat kota bersih kala di Temanggung.

Meskipun beliau bukanlah putra daerah asli Jambi ataupun Temanggung, banyak orang yang telah menganggapnya sebagai putra daerah berkat jasa dan karakternya yang merakyat. Ada peribahasa lama yang cukup terkenal,

“harimau mati meninggalkan belang, gajah mati meninggalkan gading dan manusia mati meninggalkan nama”.

Begitupula dengan Pak Masjchun, beliau wafat pada usia 88 tahun pada 3 Oktober 2015 setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Pusat Pertamina, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Walaupun beliau telah tiada, kisahnya yang penuh inovasi dan prestasi kala membangun Provinsi Jambi menjadi motivasi berharga bagi generasi muda Jambi.

Tulisan ini diedit oleh : Reiki Nauli Harahap | Referensi featured image

Related posts

Rifdatul Khoiro, Memperkenalkan Jambi Lewat Fashion

Reiki Nauli

Mengenal Yossy Delfitri, Pegiat Jambi Scholarship Seekers

Arya Adhitya

Irvan Pahlevi, Programmer Asal Jambi yang Mendunia

Arya Adhitya

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More