Image default
Wisata

Desa Wisata Lekuk 50 Tumbi Lempur: Desa Wisata dengan 5 Danau

Desa Wisata Lekuk 50 Tumbi Lempur merupakan salah satu desa wisata yang letaknya berada di Kabupaten Kerinci. Desa ini resmi menjadi desa wisata pada Agustus tahun 2016 dan diresmikan langsung oleh Zumi Zola selaku Gubernur Jambi pada saat itu. Yang menjadikan desa wisata ini unik dari pada desa wisata lain yaitu terdapat 5 danau sekaligus di sekitar desa.

Untuk bisa mencapai Desa Lempur, wisatawan harus menempuh jarak sekitar 45 km dari Sungai Penuh. Dari Sungai Penuh, wisatawan mengarah ke selatan atau kearah menuju Danau Kerinci. Bagi wisatawan yang berasal luar kota bisa menggunakan pesawat terbang menuju ke Bandara Depati Parbo (KRC) dengan transit terlebih dahulu di Bandara Sultan Thaha (DJB).

Setelah sampai di Desa Wisata Lempur, rombongan wisatawan biasanya akan disambut oleh tarian khas Desa Lempur. Para penari merupakan warga lokal Desa Lempur yang tergabung kedalam Sanggar Seni Kuluk Paribun.

Di Desa Wisata Lempur terdapat lebih dari 20 homestay yang mampu menampung sekitar 150 orang. Jadi wisatawan yang ingin tinggal cukup lama tidak perlu khawatir mengenai penginapan. Homestay yang tersedia diupayakan oleh warga sekitar dengan sistem satu atap dengan induk semang (pemilik homestay).

Desa wisata Lekuk 50 Tumbi Lempur memiliki objek wisata yang beragam dan dikategorikan sebagai desa wisata lengkap. Mereka memiliki wisata alam, wisata agro, wisata sejarah, wisata religi, wisata kuliner dan inside wisata (wisata edukasi). Semua objek wisata tersebut dikelola oleh managemen desa atau dalam hal ini yaitu Lembaga Adat Lekuk 50 Tumbi.

Wisata alam yang ditawarkan yaitu penjelajahan alam ke Hutan Adat (Ulu Air Forest), Taman Nasional Kerinci Seblat atau Lingkungan Gunung Batuah. Di lingkungan Gunung Batuah terdapat tujuh danau, yaitu Danau Lingkat, Danau Nyalo, Danau Duo, Danau Kecik, Danau Kaco, Danau Inai dan Danau Kipon.

Wisatawan yang berkunjung dapat memilih paket wisata yang disediakan jika hendak menjelajahi hutan adat dan sekitarnya. Paketnya sendiri terdiri dari paket satu hari hingga enam hari tergantung minat dari wisatawan. Paket Ekspedisi Lima Danau juga disediakan oleh pihak manajemen. Paket ini cukup populer di kalangan wisatawan khususnya wisatawan mancanegara. Dalam sebulan saja wisatawan yang memilih paket ini bisa mencapai 90 sampai 120 orang.

Wisatawan yang berkunjung nantinya akan merasakan sensasi alam raya yang asri dan terjaga. Keberagaman flora dan fauna juga akan menjadi pengalaman menarik ketika menjelajahi area hutan desa wisata. Sensasi ini akan menjadi pengalaman yang tidak terlupakan bagi wisatawan yang datang berkunjung.

Selain paket tersebut, pengelola juga menyediakan paket lain yaitu paket wisata menjelajah sungai. Wisatawan akan diajak menjelajah sungai menggunakan pelampung, seperti konsep arung jeram. Sungai yang akan dijelajahi adalah sungai larangan yang memiliki arus yang cukup kuat namun tetap aman.

Selain wisata alam, wisatawan yang hadir juga bisa menikmati wisata agro. Wisatawan nantinya diajak untuk ikut melakukan kegiatan pertanian dan perkebunan layaknya masyarakat sekitar. Manajemen desa wisata akan menyediakan bibit tanaman padi, tanaman palawija dan tanaman holtikultura. Kemudian bibit tadi ditanam ditempat yang telah disediakan.

Padi Payo merupakan salah satu tanaman yang sering ditanam oleh wisatawan mancanegara. Mereka sangat tertarik dengan proses penanaman padi payo di Kerinci. Tidak hanya menanam wisatawan juga diajari bagaimana proses penjemuran, penggilingan hingga menjadi beras dan dimasak menjadi nasi.

Turun ke sawah, masuk lumpur dan berkubang ketika menanam padi jadi keseruan tersendiri bagi wisatawan yang selama ini belum pernah melakukannya. Selain tanam padi, wisatawan juga bisa melakukan panen kulit manis, kopi atau tanaman perkebunan lainnya.

Baca juga: Cassiavera: Kayu Manis Asli Kerinci, Terbaik di Indonesia dan Diakui Dunia

Tidak hanya itu, wisata sejarah juga bisa dinikmati oleh para wisatawan yang datang. Wisatawan akan diajak ke situs peninggalan sejarah 2500 tahun Sebelum Masehi. Di desa ini terdapat situs-situs batu megalitik dan peninggalan Cina abad pertama Masehi, peninggalan Zaman Koying abad 3-6 Masehi, peninggalan Sigindo abad 7-12 Masehi, Zaman Pamuncak abad ke 13 Masehi dan Zaman Depati abad 14 Masehi.

Wisata religi juga bisa dijumpai jika berkunjung kesini. Disini terdapat tiga masjid kuno dan dua diantaranya dibangun tanpa menggunakan paku melainkan menggunakan pasak kayu. Masjid yang dimaksud yaitu Masjid Kuno Lempur Mudik dan Lempur Tengah. Ornamen yang terdapat di masjid merupakan ciri khas dari ukuran kayu desa ini.

Tidak lengkap sebuah desa wisata tanpa ada wisata kuliner. Wisata kuliner bisa didapatkan oleh wisatawan yang berkunjung. Makanan yang disajikan tentunya asli produk lokal setempat. Jika ingin merasakan sensasi memasan makanan khas desa ini juga bisa, cukup menghubungi pihak manajemen saja.

Untuk wisatawan yang enggan melakukan aktivitas tinggi dan cenderung ingin santai bisa menikmati yang satu ini, yaitu inside wisata. Wisata edukasi adalah jenis wisata yang disajikan oleh manajemen untuk wisatawan yang enggan menjelajah wilayah sekitar. Wisatawan akan diajak menikmati dan membaur dalam kegiatan kesenian seperti Tari Tauh, menganyam dan dapat menikmati Lubuk Larangan. Dan untuk waktu tertentu dapat mengikuti proses betegak rumah (mendirikan rumah ala Desa Lempur).

Baca juga: 7 Tempat Wisata di Kerinci yang Wajib Dikunjungi

Related posts

Pesona Masjid Al-Falah, Masjid yang Memiliki 1000 Tiang

Arya Adhitya

5 Lokasi Wisata Instagramable di Jambi, sekaligus Panjat Sosial

Reiki Nauli

Mengenal Ikon Kota Jambi, Tugu Keris Siginjai

Arya Adhitya

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More