Image default
Sejarah

Chan-pi hingga Jambi, asal Muasal Kota Jambi

Chan-pi hingga Jambi, adalah suatu proses sejarah panjang sebagai bagian asal muasal Kota Jambi, Sejarah adalah hal yang menarik untuk diulas, terkait dengan sejarah Kota Jambi, kini orang mengenalnya dengan semboyan “Tanah Pilih Pesako Betuah“. Namun bagaimana kisahnya Tanah Pilih Pesako Betuah ini bisa disebut dengan sebutan “Jambi”, adalah suatu hal yang menarik untuk diulas.

Sejak lama, Jambi sudah menjadi pusat pemukiman penduduk dari masa ke masa. Fakta sejarah dari Dinasti Sung, menguraikan bahwa Maharaja San-fo-tsi (Swarnabhumi) bersemayam di Chan-pi. Kata Chan-pi ini kelak menjadi salah satu muasal sebutan Jambi. Adanya misi perdagangan dari Maharaja San-fo-tsi pada era 853M hingga 871M, menguatkan bahwa Jambi sudah ada dan dikenal pada abad ke 9M!.

Peristiwa demi peristiwa yang terjadi sejak saat itu, salah satunya pada masa Raja-raja Jambi, yang lebih dikenal pada era Puteri Selaro Pinang Masak. Puteri Selaro Pinang Masak dituliskan sebagai anak rajo turun dari Pagaruyung yang dirajakan di Jambi. Sebutan Pinang dalam bahasa Jawa (Sunda) adalah “Jambe”, yang juga menjadi muasal kata Jambi. Sehingga kata Jambi telah muncul pula sekitar abad 15M pada masa Puteri Selaro Pinang Masak memerintah (1460-1480).

Sejarah berlanjut sampai pada masa Orang Kayo Hitam yang memindahkan Pusat Pemerintahan dari Tanjung Jabung ke wilayah bernama Jambi sekitar abad 16M. Dilanjutkan peristiwa demi peristiwa yaitu ketika Pangeran Depati Anom yang naik tahta dikerajaan Jambi bergelar Sultan Agung Abdul Jalil (1643-1665M) pernah memberikan surat izin untuk mendirikan pasar tempat berjual beli di Muaro Sungai Asam pada seorang Belanda bernama Beschseven (tak lain adalah Pasar Angso Duo).

Gugurnya Sultan Thaha Saifuddin pada 27 April 1904, membuat Belanda menempatkan Jambi sebagai Under Afdeling di bawah Afdeling Palembang. Hingga pada 1906, Afdeling Jambi ditingkatkan sebagai Kerisidenan Jambi. Peristiwa demi peristiwa terus berlanjut hingga Era Kemerdekaan, Jambi digolongkan dalam Sub Provinsi Sumatera Tengah dari 1 Provinsi besar yaitu Provinsi Sumatera.

Kota Jambi baru diakui sebagai ibukota pemerintahan dari Provinsi Jambi sesuai dengan ketetapan Gubernur Sumatera No. 103/1946 tertanggal 17 Mei 1946 dengan sebutan Kota Besar dan Walikota pertamanya adalah Makalam. Periodisasi dasar hukum yang terus berkembang, maka mengacu pada Undang-undang No. 10/1948 Kota Besar menjadi Kota Praja, yang berkembang menjadi Kota Madya sesuai Undang-undang No. 18/1965. Hingga kini berubah menjadi Pemerintah Kota Jambi  berdasarkan Undang-undang No. 22 tahun 1999.

Begitulah perjalanan panjang Kota Jambi, sebutan Jambi yang bermula dari Kata Chan-pi atau Jambe hingga menjadi Jambi saat ini. Wilayahnya yang konon menjadi pilihan dari sepasang Angso Duo menjadikan semboyannya Tanah Pilih Pesako Betuah! Mari kanti, kito jago besamo budayo dan sejarah negeri Jambi dengan memperlajarinya, Jambi Jayo!

Referensi featured image

Related posts

Gubernur Provinsi Jambi dari Awal Pembentukannya Hingga Sekarang

Latoiful Manan

Seloko Adat Jambi, Tradisi Sastra Lisan Masyarakat Melayu

Reiki Nauli

Pasar Angso Duo, Pasar Rakyat sekaligus Saksi Sejarah Jambi

Haviz Kurniawan

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More