Air Terjun Pancuran Rayo, Air Terjun Tertinggi di Kerinci

Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) memang menyimpan sejuta keindahan alam yang tersimpan rapi dibalik hamparan hutan. Mulai dari flora, fauna, hingga formasi geologinya. Salah satunya adalah Air Terjun Pancuran Rayo yang berdiri gagah dibalik belantara TNKS.

Air Terjun Pancuran Rayo atau yang dikenal juga dengan Pancaro Rayo terletak di dalam kawasan hutan lindung TNKS, tepatnya di Desa Pulau Tengah, Kecamatan Keliling Danau. Dengan ketinggiannya yang mencapai 150 meter menjadikan air terjun ini sebagai air terjun tertinggi di Bumi Sakti Alam Kerinci. 

Tak hanya menyuguhkan keindahan, air terjun ini juga diselimuti oleh misteri. Konon katanya, sekitar 5000 tahun yang lalu, air terjun ini merupakan tempat pemandian bidadari. Sampai sekarang sosok perempuan berbaju merahmasih sering terlihat di sekitar air terjun. Di sebelah kiri air terjun dulu terdapat bunga mawar hitam, apabila mawar tersebut dibawa pulang maka bunga tersebut akan menjadi daun kering. namun saat ini, mawar hitam tersebut sudah tidak ada lagi. Menarik bukan? 

Bagi kanti dari luar kota yang ingin berpetualang ke Air Terjun Pancuran Rayo, perjalanan menuju air terjun dapat dicapai dengan jalur darat baik dari Jambi maupun Padang dengan menaiki kendaraan pribadi maupun travel. Dengan jarak tempuh ± 450 km (Jambi-Sungai Penuh) kanti membutuhkan waktu delapan sampai sembilan jam perjalanan dengan merogoh kocek sebesar Rp.120.000-Rp.150.000 apabila menggunakan travel. Berbeda apabila melalui Padang, waktu yang dibutuhkan cukup singkat karena jarak tempuh yang lebih pendek, yakni ± 300 km dengan waktu tempuh enam sampai delapan jam. Kanti cukup merogoh kocek sebesar Rp.100.000-Rp.130.000 apabila menggunakan travel. Selanjutnya dari Kota Sungai Penuh perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan angkutan umum menuju Desa pulau Tengah. 

Setelah menempuh perjalanan tersebut, kanti harus melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sekitar 2-2,5 jam untuk sampai ke air terjun setelah sebelumnya membayar Rp.5000 untuk tiket masuk. Lokasinya yang berada di pedalaman TNKS membuat medan yang dilalui untuk menuju Air Terjun Pancuran Rayo cukup sulit. Selain harus melewati jalan setapak, tanah liat, dan semak belukar, kanti juga harus menyebrangi sungai. Namun kanti tak perlu khawatir, perjalanan melelahkan tersebut akan terbayar dengan pemandangan asri dan flora fauna endemik TNKS sepanjang perjalanan. 

Kendati kanti tergoda untuk segera mengunjungi air terjun ini, persiapan yang kanti lakukan harus matang. Hal ini dikarenakan belum tersedia fasilitas apapun disana termasuk penjaja makanan. Oleh karena itu, kanti harus membawa bekal beserta pakaian ganti dan perlengkapan lainnya. Menikmati kudapan lezat ditengah deru air terjun dengan pemandangan hebat, nikmat Tuhan mana lagi yang engkau dustakan? Selamat menjelajah rimba seblat kanti, jangan lupa jaga kebersihan ya!!

Related posts

Menguak Geohistorical dari Geopark Merangin Jambi

Niken Titin

Desa Wisata Lekuk 50 Tumbi Lempur: Desa Wisata dengan 5 Danau

Latoiful Manan

Menikmati Indahnya Air Terjun Telun Berasap di Kerinci

Arya Adhitya

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More